Kementerian Koordinator Bidang Pangan menegaskan komitmen untuk memperkuat sektor hulu kelapa sawit dengan menitikberatkan pada program peremajaan tanaman. Inisiatif ini diarahkan pada peningkatan produktivitas dan keberlanjutan kebun sawit, terutama melalui penggantian bibit tua dengan varietas unggul yang lebih tahan terhadap hama dan perubahan iklim. Pemerintah menargetkan agar peremajaan mencakup setidaknya 30 persen luas lahan sawit nasional dalam lima tahun ke depan, sejalan dengan upaya menurunkan intensitas penggunaan lahan dan meningkatkan efisiensi produksi.
Sebagai bagian dari strategi tersebut, Kemenko Pangan akan memperkuat koordinasi dengan kementerian terkait, lembaga riset, serta asosiasi petani dan perusahaan perkebunan. Dukungan teknis meliputi penyuluhan agronomi, penyediaan bibit bersertifikat, serta akses pembiayaan yang lebih mudah bagi petani kecil. Pemerintah juga berencana mengintegrasikan standar sertifikasi berkelanjutan, seperti RSPO dan ISPO, ke dalam mekanisme peremajaan, sehingga kebun yang diperbarui dapat memenuhi persyaratan pasar internasional dan domestik.
Selain meningkatkan produktivitas, program peremajaan diharapkan dapat menurunkan dampak lingkungan, termasuk pengurangan deforestasi dan emisi gas rumah kaca. Kemenko Pangan menekankan pentingnya monitoring berbasis teknologi satelit dan sistem informasi geografis untuk memastikan kepatuhan terhadap regulasi lingkungan. Dengan langkah-langkah ini, sektor hulu kelapa sawit diharapkan menjadi lebih kompetitif, ramah lingkungan, dan berkontribusi pada ketahanan pangan serta pertumbuhan ekonomi nasional.